Catwidget4

Headlines News :
Home » » Harapan itu Bernama Islam

Harapan itu Bernama Islam

Written By Redaksi Sinai on Jumat, 16 Maret 2012 | 00.34

Oleh: Harun Al-Rasyid




"Zaman kedaulatan Barat telah berakhir. Sunnatullah mencatat tidak ada kedaulatan manusia yang kekal di muka bumi ini." Demikian ungkap Bertrand Russel, seorang ahli filsafat Inggris. Ungkapan ini cukup beralasan. Berbagai catatan peristiwa terakhir telah menunjukkan turunnya popularitas Barat di mata dunia. Kekaguman terhadap berbagai kemajuan Barat perlahan mulai luntur.

Apa sebetulnya yang sedang menimpa dunia kaum Borjuis ini? Kalau kita mencoba analisa berbagai perkembangan yang terjadi semenjak beberapa dekade belakangan, akan ditemukan beberapa kondisi mengejutkan walau secara kasat mata negara-negara seperti Eropa dan Amerika masih dipandang maju dalam berbagai hal. Realita di lapangan menunjukkan bahwa secara umum, dunia barat tengah mengalami goncangan dahsyat dan tekanan multi dimensi yang begitu kompleks. Mulai dari segi ideologi, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan hingga politik, kini tengah terjebak dalam pusaran badai krisis berkepanjangan dan serba rumit.

Sistem Kapitalisme yang pernah menjadi ikon dunia Barat tak mampu bertahan lama. Sistem yang berasaskan pada Sekularisme ini telah menjadikan penjajahan sebagai metode untuk mempertahankan dan menyebarluaskan ideologinya. Akibatnya dunia terseret ke jurang keterpurukan.

Kerugian besar-besaran semakin mencapai puncaknya pasca dua Perang Dunia. Sementara peristiwa 9/11 yang menginspirasi berkembangnya propaganda anti terorisme yang diawali dengan ekspansi militer Amerika ke negara-negara teluk telah mengakibatkan kerugian besar karena sebagian besar keuangan dikerahkan untuk biaya perang. Dan negara-negara Eropa pun tak sedikit yang terlibat propaganda ini.


Tanda tanda kehancuran itu sudah ada


Amerika sebagai ikon Super Power dan negara terdepan pengusung ideology kapitalis ini telah berada di ambang kehancuran. Tanda-tanda kebangkrutan Amerika banyak dinyatakan intelektual Barat sendiri. Moris Berman dalam bukunya, Dark Ages America: The Final Phase of Empire (Norton, 2006) menyatakan: "Imperium Amerika segera akan rubuh." Ia menggambarkan Amerika sebagai sebuah kultur dan emosional yang rusak oleh peperangan, menderita karena kematian spiritual dan dengan intensif mengeskpor nilai-nilai palsunya ke seluruh dunia dengan menggunakan senjata. Republik yang berubah menjadi imperium itu berada di dalam zaman kegelapan baru dan menuju rubuh sebagaimana dialami Kekaisaran Romawi
Krisis ekonomi Amerika tampak dari semakin meningkatnya hutang luar negeri negara itu. Laporan Departemen Keuangan AS menyebutkan bahwa hutang yang ditanggung pemerintah AS saat ini sudah melampaui angka 13 trilyun USD. Di akhir masa kepresidenan Obama tahun 2012, utang ini akan meningkat menjadi 16 trilyun dolar.


Islam sebagai solusi


Di tengah carut-marut ambang kehancuran kapitalis yang berdampak buruk pada tatanan dunia, Islam hadir sebagai solusi. Kebaradaan ajaran yang paripurna dan komprehensif ini sebetulnya telah ada belasan abad yang silam. Dulu risalah mulia ini turun ditengah kondisi jahiliyah yang begitu parah. Di tengah kondisi yang nyaris tak ada lagi beda pola kehidupan manusia dengan hewan. Islam datang sebagai rahmatan lil 'alamin, sebagai ruh baru perbaikan kehidupan manusia. Ketika era kelam 'abad pertengahan' menyelimuti dunia Barat, Islam datang menawarkan sebuah cahaya harapan dan mengeluarkan Eropa dari masa kelam menuju kegemilangan peradaban dibawah naungan Islam.

Kini, di abad akhir percaturan kehidupan dunia, juga terjadi hal yang sama, Depresi besar-besaran akibat kegagalan sistem buatan manusia. Maka Islam tetap hadir sebagai 'solusi yang menyelesaikan'. Ajarannya yang syamil mutakamil kembali menjadi objek perhatian.
Dunia cukup belajar banyak dari kegagalan sistem kapitalis dalam mempertahankan stabilitas perekonomian dunia. Krisis keuangan dan ekonomoi pada putaran 2008 ternyata telah membawa perubahan global yang amat signifikan dipenjuru dunia. Dampak krisis ekonomi yang berawal dari Negara Amerika sangat terasa efeknya bagi negara-negara dunia. Termasuk Negara-negara yang terkenal dengan sektor perekonimiannya kuat pun.

Lebih mencengangkan lagi, sistem ekonomi syariah yang sebelumnya kalah pamor dengan system kepitalis, kini mulai menunjukkan taring, mengembangkan sayap hingga kepelosok dunia karena kekuatan konsep yang dimiliki sebagai solusi tepat dalam penyelesaian krisis global.Bahkan masyarakat Eropa yang telah menerapkan sistem kapitalis sejak abad ke-16 di Eropa Barat itu pun mulai mengunkapkan ketertarikannya pada sistem ekonomi Islam

Bangkitnya geliat keislaman
Munculnya geliat keislaman ke permukaan adalah sebuah kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Mata dunia mulai terbuka. Kebenaran terbantang jelas di depan mata tanpa ada yang sanggup menutupinya. Kesadaran dan usaha menuju kebangkitan telah berkembang pesat di segala bidang dan menjadi sebuah arus besar yang tak terbendung.

Grafik populasi Muslim dunia meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah angka kelahiran terus bertambah. Di Inggris misalnya, terjadi peningkatan populasi Muslim dua kali lipat menjadi 5,5 juta jiwa arttinya satu dari sepuluh orang di negeri ini adala Muslim pada tahun 2030. Sementara jumlah orang yang masuk Islam juga mengalami peningkatan. Seperti di Inggris misalnya, koran terkemuka Inggris Daily dalam laporannya minggu pertama Januari 2011 yang ditulis Jack Doyle menyebutkan terjadinya gelombang adopsi agama Islam besar-besaran oleh wanita kulit putih muda. Tahun lalu tercatat sekitar 5.200 orang di Inggris memilih Islam diantaranya adik ipar mantan PM Inggris Tony Blair. Lauren Booth, saudara ipar mantan Perdana Menteri Tony Blair, juga telah mengumumkan keislamannya.

Kebangkitan ini semakin meyakinkan. Keberhasilan Revolusi Arab yang telah mengantarkan partai-partai pergerakan Islam dari oposisi menuju pemerintahan semakin meyakinkan bahwa 'masa' itu telah datang. Islam menjadi harapan baru untuk memperbaiki tatanan sosial dalam berbagai lini. Tak ada lagi tempat bagi kapitalis, imperialis maupun zionis. Kenyataan ini adalah wujud dari kebutuhan yang selama ini tak mampu diwujudkan, yaitu keadilan, kemerdekaan, dan kesejahteraan. Sementara Isla telah jauh-jauh hari datang membawa harapan itu dengan asas dan sistemnya yang kokoh serta ajara-ajaran nya yang konprehensif.
Maka Islam adalah satu-satunya solusi yang tepat untuk semua permasalahan, dan merupakan harapan yang menjanjikan. Allahu a'lam
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Alam Islami - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger